RSS

Gunung Kalimutu

19 Mar

gunung_kalimutu Terletak di sebelah Selatan Flores Tengah 62 kilometer sebelah Tenggara Ende atau sekitar 89 kilometer dari Maumere, Gunung Kelimutu dengan danau tiga warnanya adalah keajaiban alam Propinsi Nusa Tenggara Timur satu dari tempat misterius dan luar biasa di Indonesia.

Merupakan Gunung berapi utama di Pulau Flores yang memiliki keunikan dan pemandangan spektakuler pada danau tiga warnanya yang warnanya selalu berubah ubah. Dalam bahas setempat Gunung Kelimutu di sebut Kelimutu Tiwu Telu. Bagi penduduk setempat gunung ini dianggap suci dan telah mendapat berkah Tuhan yang memberikan kesuburan bagi daerah sekitar.

Gunung Kelimutu telah di tentukan sebagai Taman Nasional dengan luas 5300 Hektar. Dikelilingi oleh hutan dengan tumbuhan langka seperti kayu merah, edelweis dan juga binatang langka seperti tikus raksasa dan beberapa jenis burung. Di samping pelestarian alam, taman nasional ini juga di kelola untuk daerah wisata seperti Taman Nasional lainnya.

Ilmuwan mengatakan, perubahan warna yang terjadi di air danau diakibatkan proses geologi dan kimia di dasar danau. Perubahan jumlah mineral di dasar danau menyebabkan warna airnya berubah dari waktu ke waktu. Perubahan ini juga mungkin disebabkan pantulan cahaya matahari dan populasi bakteri di dalam air.

gunung_kalimutu2

Bagaimanapun, warna airnya terus – terusan berubah sejak letusan Gunung Iya di Ende tahun 1969. Warna air danau dahulunya merah gelap, hijau cerah dan biru cerah.

Ada mitos tentang Gunung Kelimutu. Penduduk setempat mempercayai dahulunya ada sebuah badai besar yang datang dan membentuk ke tiga danau, yang pertama adalah tempat di mana kacang dan emas tertanam, dahulunya berwarna merah yang mengacu pada keberadaan raksasa dan dalam bahasa lokal di sebut Tiwu Ata Polo.

Yang berwarna biru adalah tempat di mana Meja dan Konde di tanam (danau kaum muda), di sebut dalam bahasa daerah setempat Tiwu Ko’o Fai Nuwa Muri.

Dan yang terakhir adalah danau leluhur, tempat dimana seorang Raja dan anaknya dahulu dikebumikan, di sebut Tiwu Ata Bupu.

Semenjak hari itu, masyarakat percaya, ketika manusia meninggal dunia dan hanya melakukan pekerjaan yang bagus, dia akan menemukan kehidupan bahagia yang abadi di danau leluhur. Akan tetapi jika pada masa hidupnya banyak melakukan kejahatan, dia akan dihukum dengan siksaan selamanya di danau merah. Bagi mereka yang melakukan kebaikan dan keburukan, mereka akan di masukkan ke dalam danau biru.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 19, 2013 in Wisata Alam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s